Upacara Pringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Pringsewu Tahun 2021

By Imron Rosadi 01 Okt 2021, 13:07:40 WIB Dokumentasi Kegiatan
Upacara Pringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Pringsewu Tahun 2021

Pringsewu (Humas) - Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Jadikanlah peristiwa mengenang teragedi nasional akibat pengkhianatan terhadap pancasila sebagai tonggak sejarah agar tidak terulang kembali.

Jagalah bangsa kami dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dengan mengutamakan kesatuan dan persatuan bangsa serta kerukunan umat beragama dengan moderasi Beragama, menuju Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila."Do'a Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H. Ahmad Rifa'i pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Pringsewu di Lapangan Pemkab setempat, Jumat (1/10/21) pagi.

Sedangkan bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Pringsewu H. Sujadi, Komandan Upacara Danramil Pagelaran Kapten Arh. Tuparno, Perwira Upacara Danramil Sukoharjo Kapten Inf. Rahmat Kartolo, Pembacaan UUD 1945 Sekdakab Pringsewu Drs. Heri Iswahyudi, M.Ag., serta Pembaca Ikrar Kesetiaan kepada Pancasila oleh Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Pringsewu Drs. Wanawir Abdul Mu'in, M.M.Pd.

Upacara ini juga dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi, Kapolres Pringsewu AKBP Hamid A.Soemantri, Pabung Pringsewu Mayor CPM Eva Yuniar Kamal, Kajari Pringsewu Ade Indrawan, S.H. beserta para kepala instansi vertikal lainnya, jajaran pemerintah daerah, Ketua TP-PKK dan Ketua DWP Kabupaten Pringsewu, serta diikuti perwakilan ASN, TNI, Polri, Pramuka, PGRI, FKPPI, KBPP Polri, PP serta sejumlah ormas lainnya.

Bupati Pringsewu Sujadi dalam amanatnya mengatakan salah satu fenomena dalam era globalisasi adalah terjadinya lintas batas nilai-nilai antarbangsa, dan bahkan antarkomunitas atau kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kecil.

Diantara nilai atau faham yang melintas-batas itu, kata bupati, adalah radikalisme, dimana karakter dari faham ini adalah selalu merasa yang paling benar dan mengabaikan hak-hak dasar orang lain. "Sudah tentu radikalisme atau faham sejenis lainnya sangat bertentangan dengan Pancasila yang menghormati dan menghargai kebhinnekaan. Oleh karena itu, harus kita syukuri dan terus memperkuat Pancasila yang telah menunjukkan dan memungkinkan kita hidup berdampingan secara damai, harmonis, dan penuh toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang agama, suku, ras maupun adat-istiadat dalam bingkai NKRI", ujarnya. (Humas)




View all comments

Write a comment